Kamis, 04 September 2014
Browse Manual »
Wiring »
Dieng
»
in
»
Temples
»
Temples in Dieng
Tinggi batur Candi Gatotkaca sekitar 1 meter dan dibuat bersusun dua dengan bentuk dasarnya adalah bujur sangkar. Pintu masuk candi ini terdapat di sisi barat dan dilengkapi dengan bilik penampil yang melindungi anak tangga di batur. Sepintas candi ini terlihat seperti bangunan bertingkat karena bentuk atapnya yang dibuat sama dengan bentuk tubuh candinya. Karena puncak atapnya yang sudah hancur, bentuk asli dari candi ini tidak terlihat lagi. Di keempat sisi atap candi terdapat relung kecil seperti tempat menaruh arca. Dan tidak jauh di luar kaki candi terdapat batu yang disusun berkeliling memagari kaki candi.

Candi Arjuna berbentuk dasar persegi dengan luas sekitar 4 m2. Pintu masuk candi ini berada di sisi barat. Di atas ambang pintu masuk candi dihiasi dengan pahatan Kalamakara. Pada dinding luar sisi utara, selatan, dan barat terdapat susunan batu yang menjorok ke luar dinding yang membentuk bingkai sebuah relung tempat meletakkan arca. Atap candi ini berbentuk kubus bersusun yang semakin ke atas semakin mengecil. Namun, bagian atas dan puncak atap sudah hancur. Di setiap sisi masing-masing kubus terdapat relung dan di setiap sudut terdapat hiasan berbentuk seperti mahkota bulat berujung runcing yang sebagian besarnya sudah rusak.




Seperti candi-candi lainnya, ukuran Candi Puntadewa tidak terlalu besar, namun candi ini tampak lebih tinggi. Candi ini berdiri di atas batur bersusun setinggi sekitar 2,5 m. Tangga menuju pintu masuk ke dalam candi dilengkapi pipi candi dan dibuat bersusun dua. Atap candi ini berbentuk kubus besar dan puncak atapnya juga sudah hancur. Di depan candi terdapat batu yang disusun berkeliling membentuk ruangan berbentuk bujur sangkar. Di sebelah utara candi terdapat batu yang disusun berkeliling membentuk ruangan berbentuk persegi panjang yang di tengah-tengah ruangannya terdapat dua buah batu berbentuk mirip tempayan yang lebar.
Temples in Dieng
Selain telaganya yang indah, obyek wisata Dieng juga mempunyai beberapa bangunan candi yang menurut prasasti candi-candi tersebut dibangun pada abad ke-7. Inilah candi-candi Hindu tersebut.
· Candi Gatotkaca
Tinggi batur Candi Gatotkaca sekitar 1 meter dan dibuat bersusun dua dengan bentuk dasarnya adalah bujur sangkar. Pintu masuk candi ini terdapat di sisi barat dan dilengkapi dengan bilik penampil yang melindungi anak tangga di batur. Sepintas candi ini terlihat seperti bangunan bertingkat karena bentuk atapnya yang dibuat sama dengan bentuk tubuh candinya. Karena puncak atapnya yang sudah hancur, bentuk asli dari candi ini tidak terlihat lagi. Di keempat sisi atap candi terdapat relung kecil seperti tempat menaruh arca. Dan tidak jauh di luar kaki candi terdapat batu yang disusun berkeliling memagari kaki candi.· Candi Bima

Candi Bima terletak di atas bukit. Candi ini merupakan bangunan candi terbesar di antara candi-candi yang ada di Dieng. Bentuknya juga berbeda dari candi-candi pada umumnya. Kaki candinya memiliki bentuk dasar bujur sangkar dan di setiap sisi candi terdapat penampil yang agak menonjol keluar. Hal itu membuat bentuk dasar Candi Bima seolah-olah berbentuk segi delapan. Bentuk atap candi ini terdiri atas 5 tingkat yang masing-masing tingkat bentuknya mengikuti lekuk bentuk tubuhnya.dan bentuk tingkatnya makin ke atas makin mengecil. Namun, puncak atapnya sudah hancur sehingga sudah tidak diketahui lagi bentuk aslinya.
· Candi Arjuna
Candi Arjuna berbentuk dasar persegi dengan luas sekitar 4 m2. Pintu masuk candi ini berada di sisi barat. Di atas ambang pintu masuk candi dihiasi dengan pahatan Kalamakara. Pada dinding luar sisi utara, selatan, dan barat terdapat susunan batu yang menjorok ke luar dinding yang membentuk bingkai sebuah relung tempat meletakkan arca. Atap candi ini berbentuk kubus bersusun yang semakin ke atas semakin mengecil. Namun, bagian atas dan puncak atap sudah hancur. Di setiap sisi masing-masing kubus terdapat relung dan di setiap sudut terdapat hiasan berbentuk seperti mahkota bulat berujung runcing yang sebagian besarnya sudah rusak.· Candi Semar

Candi Semar terletak berhadapan dengan Candi Arjuna. Bentuk dasar candi ini berbentuk persegi empat membujur arah utara-selatan. Tinggi batur candi ini sekitar 50 cm, polos tanpa hiasan. Pintu masuk ke dalam candi ini terletak di sisi timur dan tidak dilengkapi bilik penampil. Di ambang pintu terdapat bingkai dengan hiasan pola kertas tempel dan kepala naga di pangkalnya. Atap candi berbentuk limas dan tanpa hiasan. Namun, puncak atapnya sudah hilang, sehingga tidak diketahui lagi bentuk aslinya. Konon, Candi Semar pernah digunakan sebagai gudang untuk menyimpan senjata dan perlengkapan pemujaan.
· Candi Sembrada
Tinggi batur candi ini sekitar 50 cm dengan bentuk dasarnya bujur sangkar. Pintu masuk candi ini terletak di sisi barat dan dilengkapi dengan bilik penampil. Dengan adanya bilik penampil tersebut dan relung di ketiga sisi lainnya membuat bentuk tubuh candi ini tampak seperti poligon. Di halaman candi terdapat batu yang ditata sebagai jalan setapak menuju pintu masuk. Sepintas, Candi ini terlihat seperti bangunan bertingkat, karena atapnya yang berbentuk kubus dan ukurannya hampir sama dengan ukuran tubuhnya. Seperti candi-candi yang lain, puncak atap candi ini juga sudah hancur.
· Candi Srikandi

Candi Srikandi terletak di sebelah utara Candi Arjuna. Tinggi batur candi ini sekitar 50 cm dengan dasarnya berbentuk kubus. Pintu masuk candi ini terdapat di sisi timur dan dilengkapi dengan bilik penampil. Pada dinding utara terdapat pahatan yang menggambarkan Dewa Wisnu, pahatan pada dinding timur menggambarkan Dewa Syiwa, dan pahatan yang terdapat pada dinding selatan menggambarkan Dewa Brahma. Namun sebagian besar pahatan-pahatan tersebut sudah rusak dan atap candinya pun juga sudah rusak.
· Candi Dwarawati

Bentuk candi ini mirip dengan Candi Gatotkaca, yaitu dengan bentuk dasar segi empat dengan penampil di keempat sisinya. Tinggi batur candi ini sekitar 50 cm. Pintu masuk candi terletak di sisi barat dan polos tanpa pahatan. Pada pertengahan dinding tubuh candi di sisi utara, timur, dan selatan terdapat bilik penampil yang menjorok keluar membentuk relung tempat meletakkan arca, namun saat ini ketiga relung tersebut dalam keadaan kosong tanpa arca. Bentuk atap candi ini dibuat sama dengan bentuk tubuhnya, sehingga sepintas candi ini terlihat seperti bangunan bertingkat. Di keempat sisi atap candi terdapat relung tempat meletakkan arca, namun saat ini relung-relung tersebut juga dalam keadaan kosong. Bentuk asli puncak atap candi ini juga tidak diketahui lagi karena puncak atap tersebut sudah tak tersisa lagi.
· Candi Puntadewa

Seperti candi-candi lainnya, ukuran Candi Puntadewa tidak terlalu besar, namun candi ini tampak lebih tinggi. Candi ini berdiri di atas batur bersusun setinggi sekitar 2,5 m. Tangga menuju pintu masuk ke dalam candi dilengkapi pipi candi dan dibuat bersusun dua. Atap candi ini berbentuk kubus besar dan puncak atapnya juga sudah hancur. Di depan candi terdapat batu yang disusun berkeliling membentuk ruangan berbentuk bujur sangkar. Di sebelah utara candi terdapat batu yang disusun berkeliling membentuk ruangan berbentuk persegi panjang yang di tengah-tengah ruangannya terdapat dua buah batu berbentuk mirip tempayan yang lebar.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar